Celah Antara Pengetahuan dan Perbuatan

Baca: Markus 4:1-20

Jarak terjauh di bumi bukanlah jarak antara ujung bumi yang satu dengan ujung bumi yang lainnya. John Maxwell mengatakan: “The greatest gap in the world is the gap between knowing and Doing.” (Jarak terjauh dalam dunia adalah jarak antara pengetahuan dan perbuatan). Ada kebenaran alkitabiah yang penting dalam teks yang mendasari renungan hari ini. 

Tuhan Yesus mengajar tentang pendengar dan pelaku firman dengan memakai perumpamaan tentang penabur. Ada empat jenis wadah tempat benih yang ditaburkan itu jatuh, yaitu pinggir jalan, tanah yang berbatu-batu, semak duri, dan tanah yang baik. Semua wadah mendapat taburan benih. Pembedanya terletak pada kualitas wadah (tanah) penerima benih. Demikian juga mereka yang (sering) mendengarkan firman. Jika diibaratkan sebagai wadah, ada tipe pendengar yang seperti pinggir jalan, ada tipe pendengar yang seperti tanah berbatu-batu, ada tipe pendengar yang seperti semak duri, dan ada tipe pendengar yang seperti tanah yang baik. Keempatnya adalah pendengar firman, tetapi hanya pendengar yang termasuk kategori kualitas baik yang menikmati pertumbuhan, yaitu mereka yang bukan hanya mendengar, menerima informasi, mendapat pengetahuan, dan menyimpan dalam hati, tetapi juga menerapkan (menggunakan) informasi (pengetahuan) yang mereka terima untuk mengembangkan diri serta mengikuti dorongan hati untuk bertindak sesuai dengan pimpinan Roh Kudus. Ya, merekalah yang dianggap berhasil di mata Tuhan.

Sudah berapa kali Anda mengikuti kebaktian dan mendengarkan pengkhotbah inspirasional yang diurapi Tuhan? Sudah berapa kali Anda membaca Alkitab dan mendapatkan pemahaman baru oleh Roh Kudus yang membuat Anda kagum terhadap kedalaman firman Tuhan? Akan tetapi, mungkin saja Anda merasa frustrasi karena kehidupan spiritual Anda seperti berlari di atas treadmill. Anda mencerminkan situasi, “Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.” (Markus 4:12). Masalahnya bukanlah seberapa sering atau seberapa banyak Anda mendengar atau membaca. Anda sudah tahu banyak, tetapi mungkin Anda baru melakukan sedikit atau bahkan belum melakukan sama sekali. Anda enggan melakukan karena banyak informasi lain yang mengalihkan apa yang Anda tahu harus Anda lakukan sesuai dengan kehendak Allah. [GI Mario Novanno]