Cemburu Ilahi

Baca: 2 Korintus 11:1-15

Apa yang membuat Rasul Paulus merasa cemburu? Apakah dia cemburu bila melihat pelayanan orang lain lebih sukses daripada dirinya? Apakah dia cemburu bila orang lain mendapat uang lebih banyak daripada dirinya? Tidak! Rasul Paulus tidak memandang pelayanannya sebagai suatu kompetisi! Pelayanannya bukanlah profesi untuk mencari uang! Pelayanannya semata-mata dilandasi oleh kasih yang telah lebih dulu diterimanya dari Allah. Dia melayani bukan untuk mencari uang, bahkan dia tidak mau menerima uang dari jemaat Korintus! Dia melayani jemaat Korintus secara cuma-cuma! (11:7). Sebaliknya, Rasul Paulus bersedia menerima bantuan keuangan dari jemaat di Makedonia (11:9) yang notabene adalah jemaat yang miskin (bandingkan dengan 8:1-2). Pemaparan Rasul Paulus ini dari satu sisi merupakan suatu sindiran kepada jemaat Korintus yang relatif kaya bila dibandingkan dengan jemaat di Makedonia. Di sisi lain, pemaparan Rasul Paulus ini memperlihatkan bahwa dia melayani secara tulus. Pelayanannya sama sekali tidak dilandasi keinginan mencari keuntungan (uang). Dia memilih tetap bekerja sebagai tukang kemah untuk memenuhi kebutuhannya agar masalah uang tidak menjadi batu sandungan bagi orang-orang Korintus untuk menerima berita Injil. Oleh karena itu, dia merasa cemburu (sangat kesal) saat melihat atau mendengar bahwa jemaat Korintus bisa disesatkan oleh guru-guru palsu yang mengaku sebagai rasul-rasul yang hebat (11:2-5). Rasa cemburu yang diungkapkan Rasul Paulus ini bukan rasa cemburu duniawi yang dilandasi oleh hawa nafsu, melainkan rasa cemburu ilahi yang dilandasi oleh kasih kepada Allah dan kasih kepada jemaat Korintus. 

Apa yang membuat Anda cemburu? Apakah Anda cemburu saat melihat orang yang lebih sukses, lebih populer, lebih kaya, lebih disukai daripada diri Anda? Sebaliknya, apakah Anda merasa cemburu dengan cemburu Ilahi seperti Rasul Paulus yang merasa sangat kesal saat melihat jemaat disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu yang menyesatkan? Apakah Anda merasa kesal terhadap para pengajar palsu yang ajarannya menarik sehingga menyesatkan banyak orang yang sudah lebih dulu menerima Injil yang sejati? Ingatlah bahwa cemburu Ilahi selalu dilandasi oleh kasih kepada Allah dan kepada sesama manusia, bukan oleh kasih kepada diri sendiri atau oleh keinginan mencari keuntungan.                [GI Purnama]